SAMBUTAN

Salam Pramuka!!! Pasukan Cakra Baskara Dan Dewi Bulan - Dewan Penggalang SMP N 1 Larangan - Gudep 08.029.030 SMP N 1 Larangan Brebes - Heksarama
Tampilkan postingan dengan label Kegiatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kegiatan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 27 September 2015

Juara Essala Scout Competition


Salam Pramuka !!!

ESSALA SCOUT COMPETITION (ESC) telah selesai dilaksanakan.
Selamat buat Adik-Adik penggalang yang telah meraih juara di Essala Scout Competition (ESC) Tahun 2015
Juara 1 LKBB : MIN Model Larangan
Juara 2 LKBB : MI Kendaga
Juara 3 LKBB : SD N Larangan 05
Juara 1 Yel-Yel : MIN Model Larangan
Juara 2 Yel-yel : MI Kendaga
Juara 3 Yel-yel :
Juara 1 Pionering : MIN Model Larangan
Juara 2 Pionering : MI Muhammadiyah Larangan
Juara 3 Pionering : MI Miftahul Ulum Larangan
Juara 1 Pramuka Tangguh : MI Kendaga
Juara 2 Pramuka Tangguh : SD N Larangan 2
Juara 3 Pramuka Tangguh : MIN Model Larangan
Selamat Untuk Para Juara, Sampai ketemu lagi di event yang sama tahun depan ESC (Essala Scout Competition)
Tetap Semangat dan Raih Prestasi.

ESSALA SCOUT COMPETITION

Foto Cipto Nugroho.
ESSALA SCOUT COMPETITION



Salam Pramuka!!!
Memperingati Dies Natalis Ke-39 SMP NEGERI 1 LARANGAN dan Sekaligus Peresmian Loggo Pasukan Cakra Baskara dan Dewi Bulan.
Buat Adik-adik Penggalang yang berpangkalan di gugus depan Sekolah Dasar atau Sederajat di lingkungan Kwarran 08 Larangan Brebes, Ayo asah kemampuan ilmu tentang kepramukaan kalian di event yang kami adakan yaitu ESSALA SCOUT COMPETITION 1'st yang akan diselenggarakan hari Minggu, 27 September 2015 pukul 07:00 s.d selesai, Ayo buruan PESERTA TERBATAS hanya 25 gugus depan.
Banyak kegiatan dan pengalaman yang akan kalian dapat, juga hadiah-hadiah yang bisa kalian bawa pulang sebagai sang juara,
Informasi lengkap bisa menghubungi panitia ESC secara langsung ke sekretariat yaitu sanggar pramuka di kampus SMP Negeri 1 Larangan.
Ayo Kakak-Kakak kirimkan 1 regu kontingen penggalang yang kakak bina di gugus depan.
Jadilah Sang Juara
PENDAFTARAN GRATIS!!!

Senin, 27 Juli 2015

Jambore Dunia Pertama

Jambore 1

Poster Untuk iklan Jambore 1

Liga Pemuda
Perang -bosan- Dunia (di Jambore)

Jambore Dunia Pramuka Pertama adalah pertemuan atau jambore yang diselenggarakan dari tanggal 30 Juli sampai 8 Agustus 1920 di Olympia, London, Inggris. Sekitar 8.000 orang Pandu dari 34 negara menghadirinya. Kegiatan ini diselenggarakan di sebuah bangunan beratap kaca seluas 6 are (24.000 m2).

Salah satu acara dalam kegiatan ini adalah pengakuan peserta yang hadir terhadap Baden-Powell sebagai pendiri Kepanduan, serta diakuinya Baden-Powell sebagai Pemimpin Kepanduan Dunia.

Perkemahan
Di Olympia ini memungkinkan pandu untuk mendirikan kemah di ruangan beratap kaca, karena alasnya terdiri atas tanah. Hanya saja, sekitar 5.000 pandu lainnya yang tidak dapat berkemah di dalam ruangan tersebut terpaksa berkemah di Taman Rusa Lama di dekat Richmond. Seluruh pandu dirotasi keluar dan masuk dari Olympia agar semua mendapatkan kesempatan dalam berpartisipasi dalam kegiatan ini. Sungai Thames sempat meluap dan membanciri area perkemahan selama satu malam yang menyebabkan dievakuasinya peserta ketempat yang lebih aman.

Bapak Pandu Dunia
Dalam rangka menghormati peran dari Baden-Powell sebagai pendiri Kepanduan, James E. West, Pimpinan Eksekutif Kepanduan Amerika Serikat menyarankan bahwa dia akan dianugerahi gelar Great Indian Chief.

Namun, selama upacara berlangsung, ada inisiatif dari salah satu pandu muda yang berteriak Hidup Bapak Pandu Dunia, dan karena itulah penganugerahan tersebut diganti namanya menjadi penganugerahan gelar Bapak Pandu Dunia.

Jambore sejak tahun 1920
Banyak pelajaran yang dapat dipetik dari Jambore Dunia Pramuka Pertama ini, termasuk pengakuan dari peserta bahwa ruangan terlalu sempit untuk menampung seluruh pandu yang akan hadir.

Selain itu juga disadari bahwa jambore merupakan sarana untuk mengembangkan semangat persaudaraan antara anak laiki-laki dari berbagai negara dan berbagai aspek.

Pameran
Di antara ribuan Pandu, ada pula pameran hewan liar di Jambore ini, antara lain :

Seekor buaya dari Florida
Seekor anak buaya dari Jamaika
Seekor anak singa dari Rhodesia
Monyet dari Afrika Selatan
Seekor anak gajah
Seekor unta


Jota-Joti

Logo Jota-Joti 2014

JOTA-JOTI adalah kepanjangan dari Jamboree On The Air-Jamboree On The Internet, atau dalam Bahasa Indonesia memiliki arti Jambore di udara dan Jambore di internet.

JOTA-JOTI adalah kegiatan tahunan tingkat dunia dan merupakan kegiatan terbesar yang pernah dikelola oleh WOSM. Setiap tahun, kegiatan ini diselenggarakan pada akhir pekan minggu ke-3 pada bulan oktober.

Sejarah
Jamboree On The Air
Kegiatan JOTA pertama kali diselenggarakan dalam rangka 50 tahun Gerakan Kepanduan Dunia pada tahun 1957, dan dirancang oleh seorang amatir radio berkebangsaan Inggris dengan callsign G3BHK.

Jamboree On The Internet
JOTI dirintis pada tahun 1995 oleh Rovers Queanbeyan sementara satu Rover, Norvan Vogt berada di pertukaran pelajar di Belanda, dengan kru rumah di Australia dikoordinasi oleh Brett Sheffield. Mereka menghubungkan Putten, Belanda dengan Queanbeyan, Australia dengan mendedikasikan server IRC. Pada bulan November 1996 Komite Pramuka Dunia, mencatat bahwa kepramukaan sudah memiliki kehadiran yang cukup besar di Internet, dan sudah ada sebuah Jambore informal dan berkembang pesat di Internet, memutuskan bahwa JOTI harus menjadi acara resmi Pramuka internasional, dan yang seharusnya diselenggarakan pada akhir pekan sama dengan Jambore di udara (JOTA).

Kegiatan JOTA
Secara teknis, kegiatan JOTA mempergunakan perangkat radio amatir. (baik dengan mode CW, maupun mode SSB) Gelombang radio yang dipergunakan biasanya menggunakan band 40 meter atau band 80 meter.

Semua operator amatir radio dari seluruh dunia berpartisipasi dengan lebih dari 500.000 Pramuka untuk mengajarkan mereka tentang radio dan membantu mereka untuk menghubungi Pramuka-Pramuka lain dengan menggunakan perangkat radio amatir dan sejak tahun 2004, menggunakan Basis Echolink-VoIP. Para Pramuka juga didorong untuk mengirim konfirmasi komunikasi (baik dalam bentuk elektronik maupun kertas) yang dikenal sebagai kartu QSL. (QSL Card atau eQSL Card apabila dikirim secara elektronik) Ini merupakan pembelajaran bagi para Pramuka untuk mengenal dan bertukar pengalaman dengan Pramuka-Pramuka dari berbagai penjuru dunia.

Kegiatan JOTI
Kegiatan JOTI adalah kegiatan chat dengan Pramuka-Pramuka dari seluruh penjuru dunia dengan menggunakan kanal IRC. Sehingga, untuk dapat mengikuti kegiatan JOTI dalam komputer harus ada software chat IRC, misalnya mIRC atau XChat.


Jumat, 22 Mei 2015

Upacara Kenaikan Tingkat dari Penggalang Ramu ke Penggalang Rakit atau dari Penggalang Rakit ke Penggalang Terap



1).Dilakukan serangkai dengan Upacara Pembukaan Latihan.
2). Penggalang yang akan naik tingkat mengambil tempat berhadapan dengan Pembina Penggalang.
3). Penggalang Rakit dan atau Penggalang Terap maju selangkah.
4). Tanya jawab tentang syarat kecakapan umum yang telah diselesaikan, antara Pembina dan Penggalang yang akan naik tingkat.
5). Petugas bendera membawa Sang Merah Putih ke sebelah kanan depan dari Pembina Penggalang.
6). Waktu Sang Merah Putih memasuki tempat upacara anggota pasukan menghormat dipimpin     Pratama atau petugas :
(a)  Penggalang yang akan naik tingkat mengulang ucapan janji Trisatya dituntun Pembina. Penggalang dengan tangan kanannya  memegang ujung Sang Merah Putih ditempelkan di dada kiri tepat dengan jantungnya.
(b) Pada waktu Trisatya diucapkan, anggota pasukan memberi hormat dipimpin oleh Pratama atau petugas.
 7). Pelepasan tanda kecakapan umum lama dan penyematan tanda kecakapan umum baru,  diiringi nasehat pembina.
8). Penghormatan pasukan kepada Penggalang yang baru naik tingkat dipimpin Pratama atau petugas, dilanjutkan pemberian selamat dari anggota pasukan, kemudian kembali ke tempat masing-masing termasuk Penggalang yang naik tingkat.
9). Pembina Penggalang memimpin berdoa sesuai denganagama dan kepercayaan masing-masing.
10). Pembina Upacara (Pembina Penggalang) menyerahkan pasukan kepada Pratama untuk meneruskan acara latihan.
11). Pratama maju satu langkah lalu memimpin penghormatan pasukan kepada Pembina Upacara      (Pembina Penggalang) kemudian membubarkan barisan.
12). Pembina Penggalang mengucapklan terimakasih kepada para pembantunya diteruskan dengan acara latihan.


Kamis, 21 Mei 2015

Upacara Pembukaan dan penutupan pramuka penggalang

UPACARA PEMBUKAAN
Setiap akan atau sesudah latihan pramuka, ada serangkaian upacara yang harus dilaksanakan. Tujannya untuk melatih kedisiplinan, keberanian (mental) dan patriotisme yang tinggi.
Perlengkapan
- Bendera merah putih.
- Tiang bendera lengkap dengan tali pengait
- Petugas pengibar bendera
- Pembaca dasa dharma.
Pengecekan Peserta
a. Pratama memanggil pasukan dengan aba-aba barisan formasi angkare.
b. Setiap pemimpin regu (pinru) menyiapkan regunya
c. Pinru paling kanan memimpin penghormatan kepada Pemimpin Regu Utama (pratama), diteruskan laporan setiap pinru
d. Pratama mengistirahatkan pasukan, kemudian menjemput Pembina
Pratama : Lapor, Upacara siap dilaksanakan, pembina harap menempatkan diri.
Pembina :laksanakan
Pratama :siap laksanakan
e. Pratama satu langkah ke kiri memberi jalan kepada Pembina menuju area –didepan peserta- upacara, pratama mengikuti dibelakangnya.

Pelaksanaan
1. Pembina mengambil tempat, dan pembantu Pembina berbaris dibelakangnya.
2. Pratama memimpin penghormatan, sebelumnya pasukan disiapkan dahulu. Dilanjutkan laporan
Pratama : Lapor, Upacara Pembukaan latihan pramuka gudep smp negeri 1 larangan siap dilaksanakan
Pembina : Laksanakan
Pratama : Siap Laksanakan
3. Pengibaran bendera oleh petugas dan penghormatannya dipimpin oleh pembina.
4. Pembacaan pancasila oleh pembina diikuti semua peserta upacara.
5. Pembacaan Dasa Dharma oleh petugas, diikuti oleh peserta upacara.
6. Do’a dipimpin Pembina, diteruskan Amanat.
7. Laporan pratama kepada Pembina bahwa upacara telah selesai dilanjutkan dengan penghormatan.
Pratama : upacara selesai, Laporan selesai
Pembina : Bubarkan
Pratama : Siap, Bubarkan
8. Pembina dan pembantu Pembina meninggalkan area upacara
9. pratama membubarkan barisan, dengan cara pinru paling kanan memimpin penghormatan kepada pratama, kemudian balik kanan.
Kemudian diteruskan latihan.

UPACARA PENUTUPAN
1. Pengecekan peserta seperti pada upacara pembukaan
2. Pratama menjemput pembina, dan Pembina mengambil tempat
3. Pratama memimpin penghormatan, diteruskan laporan
Pratama : Lapor, Upacara Penutupan siap dilaksanakan
Pembina : Laksanakan
Pratama : siap Laksanakan
4. Penurunan dab penyimpanan bendera dan oleh petugas. Penghormatan dipimpin pembina
5. Amanat oleh pembina, dilanjutkan do’a
6. Laporan pratama kepada pembina bahwa upacara telah selesai dilanjutkan dengan penghormatan kepada Pembina
Pratama : Upacara selesai, Laporan selesai
Pembina : Bubarkan
Pratama : Siap, Bubarkan
7. Pembina dan pembantu pembina meninggalkan area upacara.
8. Pratama membubarkan pasukan.

Catatan : jika tanpa pengibaran bendera maka Pancasila tidak dibacakan


Selasa, 19 Mei 2015

14 Agustus Bukan HUT gerakan pramuka tapi hari pramuka

Setiap tanggal 14 Agustus, Pramuka seluruh Indonesia memperingati Hari Pramuka. Sebagian kalangan ada yang mengatakan HUT Gerakan Pramuka atau HUT Pramuka, padahal tanggal 14 Agustus bukanlah hari lahir Gerakan Pramuka. Tetapi mengapa Hari Pramuka jatuh pada tanggal 14 Agustus?

Secara yuridis formal Gerakan Pramuka lahir pada tanggal 20 Mei 1961, karena pada tanggal tersebut Pj. Presiden Republik Indonesia menandatangani Keputusan Presiden Nomor 238 Tahun 1961. Berdasarkan keputusan presiden tersebut, maka berbagai organisasi kepanduan yang ada di Indonesia melebur menjadi satu organisasi yang disebut dengan Gerakan Kepanduan Praja Muda Karana disingkat Gerakan Pramuka.

Walaupun secara yuridis formal Gerakan Pramuka lahir pada 20 Mei 1961, namun pendidikan kepanduan dan organisasi kepanduan muncul di Indonesia jauh sebelum Indonesia merdeka.

Konon terbitnya Keputusan Presiden nomor 238 Tahun 1961 juga penuh dengan pergulatan politik, bahkan dokumen ini tidak ditandatangani oleh Soekarno namun oleh Pejabat Presiden Ir. H. Djuanda pada tanggal 20 Mei 1961. Pada saat itu Presiden Soekarno sedang melawat ke luar negeri, pertanyaan yang mengemuka adalah mengapa tidak menunggu Presiden pulang ke tanah air dan segenting itukah penandatanganan penyatuan puluhan organisasi kepanduan ke dalam Gerakan Pramuka sehingga tanpa harus menunggu kepulangan Soekarno? Pertanyaan yang sampai sekarang belum dijelaskan kepada publik secara gamblang. Konon versi keputusan presiden yang akhirnya diterbitkan berbeda dengan draf yang masuk ke staf kepresidenan. Adalah H. Mutahar yang memberikan informasi adanya draf yang berbeda itu kepada Sri Sultan dan akhirnya mendesak Pejabat Presiden untuk segera menandatangani Keputusan Presiden 238 tahun 1961 sebagaimana kita kenal sekarang ini.

Namun demikian pada tanggal 14 Agustus 1961 toh akhirnya Presiden Soekarno menyerahkan panji-panji Gerakan Pramuka kepada Sri Sultan Hamengkubuwono IX sebagai Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka yang pertama. Tanggal itulah yang kemudian diperingati menjadi Hari Pramuka.

Dari rentetan panjang terbentuknya Gerakan Pramuka, masih tersisa satu pertanyaan besar, dimanakah naskah asli Keputusan Presiden Nomor 238 Tahun 1961 disimpan? Sampai sekarang tidak ada yang bisa menjelaskan. Informasi tentang naskah asli Keputusan Presiden Nomor 238 Tahun 1961 sekabur naskah asli Supersemar.

Jika pada awalnya terdapat keputusan politik untuk membersihkan sisa-sisa paham Baden Powell, maka tugas yang diemban Sri Sultan adalah membersihkan pengaruh komunis pada tubuh Gerakan Pramuka. Karena pada proses awal pembentukannya Gerakan Pramuka dipandang sebagai organisasi yang potensial bagi komunis untuk mengembangkan sayapnya.

Pergulatan politik itulah yang akhirnya membawa Gerakan Pramuka masuk di sekolah pada awal masa orde baru. Dikhawatirkan akan ditunggangi oleh eks-PKI, maka Gerakan Pramuka dititipkan di sekolah. Sehingga bermunculan Gugusdepan yang berpangkalan di sekolah sebagaimana kita kenal sekarang ini. Dan ini akhirnya menjadi gerakan yang sifatnya masif bahkan siswa diwajibkan mengikuti kegiatan kepramukaan atau minimal menggunakan seragam pramuka pada hari tertentu di sekolah.


Rabu, 13 Mei 2015

Upacara Pemberian TKK kepada Pramuka Penggalang



Kepada Penggalang yang telah memenuhi syarat kecakapan khusus dalam rangkaian Upacara Pembukaan Latihan dengan cara sebagai berikut :

a. Penggalang yang akan menerima tanda kecakapan khusus mengambil tempat berhadapan dengan Pembina Upacara (Pembina Penggalang).

b. Para Penggalang yang telah memiliki tanda kecakapan khusus maju satu langkah.

c Tanya jawab tentang syarat kecakapan khusus antara Pembina Penggalang dengan Penggalang yang akan menerima tanda itu.

d Penyematan tanda kecakapan khusus oleh Pembina Upacara (Pembina Penggalang) disertai nasehat seperlunya dan pemberian surat keterangan.

e Pratama atau petugas memimpin penghormatan kepada Penggalang yang menerima tanda kecakapan khusus, dilanjutkan dengan pemberian selamat oleh anggota pasukan, kemudian semua kembali ketempat.

 f. Pembina Upacara (Pembina Penggalang) menyerahkan Pasukan kepada Pratama untuk meneruskan acara.

g. 1) Pratama maju satu langkah lalu memimpin penghormatan kepada Pembina Upacara.

2) Pembina Penggalang mengucapkan terimakasih kepada para pembantunya dilanjutkan dengan acara latihan.

3) Pratama membubarkan barisan.

 


Minggu, 10 Mei 2015

BAKSOS DAN PENGUKUHAN NAMA PASUKAN





Tepat pada tanggal 1 Mei 2015 Pasukan Cakra baskara dan pasukan Dewi bulan telah mengadakan kegiatan Bakti sosial (BAKSOS) dan Pengukuhan nama pasukan yang sangat di dukung oleh Ka Mabigus Gudep 08.029-08.030 SMP NEGERI 1 LARANGAN. Kegiatan baksosnya adalah membersihkan 8  mushola yang ada di sekitar pangkalan.

 Banyak masyarakat yang memberi apresiasi kegiatan Bakti sosial tersebut. Setelah acara Baksos selesai dilanjutkan acara pengukuhan nama Pasukan Cakra Baskara dan Dewi bulan yang di hadiri oleh 4 pembina pramuka Gudep SMP NEGERI 1 LARANGAN dan Alumni pratama putra dan putri.



Arti atau filosofi nama pasukan baru Gudep SMP NEGERI 1 LARANGAN :

1.      CAKRA BASKARA

Nama Cakra baskara diambil dari cerita pewayangan, Dewa wisnu dan semua titisannya yang mempunyai senjata anak panah cakra baskara yang apabila senjata ini di lepaskan maka senjata initidak akan pernah berhenti sampai mengenai sasarannya . dengan nama ini diharapkan agar setiap anggota cakra baskara akan berusaha dan tidak akan pernah berhenti sebelum tujuannya tercapai dan membawa kejayaan bagi gudep SMP Negeri 1 larangan.

2.      DEWI BULAN

Dewi bulan sosok wanita yang jujur dan berani menindak kebatilan. Dengan nama ini di harapkan anggota dewi bulan akan menjadi pramuka yang jujur dan berani menindak kebatilan juga terus berkaya untuk kejayaan gudep SMP Negeri 1 larangan.