SAMBUTAN

Salam Pramuka!!! Pasukan Cakra Baskara Dan Dewi Bulan - Dewan Penggalang SMP N 1 Larangan - Gudep 08.029.030 SMP N 1 Larangan Brebes - Heksarama

Kamis, 28 Mei 2015

Perbedaan Arah baret Polisi, TNI, dan pramuka

Baret Pramuka

Baret Polri dan TNI militer

Kamu pasti pernah melihat baret tentara, polisi, dan pramuka kan? Yhap Selain warna yang berbeda, Arah miring baret TNI, polisi, dan pramuka juga berbeda.

Ada yang miring ke ke kanan dengan posisi emblem di kiri, tapi ada juga yang miring ke kiri dengan emblem yang dipasang di sebelah kanan. Kenapa harus berbeda ya?

Begini penjelasannya, arah miring baret menandakan tugas yang dimiliki. Baret yang miring ke kiri adalah baret yang dikenakan oleh pasukan dengan tugas pelindung keamanan dan penegakkan hukum. Baret Ini dikenakan oleh anggota Polri dan anggota TNI yang berdinas sebagai Polisi Militer.

Sedangkan yang baretnya miring ke kanan, itu artinya pasukan yang dipersiapkan untuk bertempur dalam medan perang. Pemakaian baret seperti ini dilakukan oleh seluruh anggota TNI, kecuali yang berdinas di Polisi Militer.

Lalu bagaimana dengan baret Pramuka? Baret Pramuka juga miring ke kanan, sebagaimana TNI. Ini terjadi karena dalam sejarahnya kelahirannya, Pramuka adalah organisasi pasukan tempur cadangan. Meski tidak langsung berperang, kepanduan (Pramuka era dulu) bertugas untuk memberi bantuan kepada para pejuang perang. Semisal, ketika ada yang terluka atau menggotong para pejuang ke tempat perawatan.

Jadi sudah tahu kan kenapa ada baret yang miring ke kiri atau ke kanan? Jadi itu bukan salah pasang ya.


Jumat, 22 Mei 2015

Upacara Kenaikan Tingkat dari Penggalang Ramu ke Penggalang Rakit atau dari Penggalang Rakit ke Penggalang Terap



1).Dilakukan serangkai dengan Upacara Pembukaan Latihan.
2). Penggalang yang akan naik tingkat mengambil tempat berhadapan dengan Pembina Penggalang.
3). Penggalang Rakit dan atau Penggalang Terap maju selangkah.
4). Tanya jawab tentang syarat kecakapan umum yang telah diselesaikan, antara Pembina dan Penggalang yang akan naik tingkat.
5). Petugas bendera membawa Sang Merah Putih ke sebelah kanan depan dari Pembina Penggalang.
6). Waktu Sang Merah Putih memasuki tempat upacara anggota pasukan menghormat dipimpin     Pratama atau petugas :
(a)  Penggalang yang akan naik tingkat mengulang ucapan janji Trisatya dituntun Pembina. Penggalang dengan tangan kanannya  memegang ujung Sang Merah Putih ditempelkan di dada kiri tepat dengan jantungnya.
(b) Pada waktu Trisatya diucapkan, anggota pasukan memberi hormat dipimpin oleh Pratama atau petugas.
 7). Pelepasan tanda kecakapan umum lama dan penyematan tanda kecakapan umum baru,  diiringi nasehat pembina.
8). Penghormatan pasukan kepada Penggalang yang baru naik tingkat dipimpin Pratama atau petugas, dilanjutkan pemberian selamat dari anggota pasukan, kemudian kembali ke tempat masing-masing termasuk Penggalang yang naik tingkat.
9). Pembina Penggalang memimpin berdoa sesuai denganagama dan kepercayaan masing-masing.
10). Pembina Upacara (Pembina Penggalang) menyerahkan pasukan kepada Pratama untuk meneruskan acara latihan.
11). Pratama maju satu langkah lalu memimpin penghormatan pasukan kepada Pembina Upacara      (Pembina Penggalang) kemudian membubarkan barisan.
12). Pembina Penggalang mengucapklan terimakasih kepada para pembantunya diteruskan dengan acara latihan.


Baris berbaris menggunakan tongkat



Sikap sempurna
a. Tongkat dipegang oleh tangan kanan seperti memegang pensil waktu akan menulis.
b. Tongkat tegak lurus berdiri di atas tanah di samping kanan sepatu.





Sikap akan mengadakan gerakan
a. Tongkat diangkat lurus ke atas, dengan tangan menggenggam setinggi ikat pinggang.
b. Gerakan berikutnya :
    - Memberi salam biasa
    - Hadap kanan/kiri
    - Balik kanan, dsb






Sikap memberi salam biasa
a. Tongkat diangkat lurus ke atas, dengan tangan menggenggam setinggi ikat pinggang.
b. Tangan kiri diletakkan dengan dada, telapak tangan menghadap ke bawah, ujung ibu jari menempel pada tongkat.
c. Pandangan menuju kepada yang diberi salam





Sikap memberi salam hormat dan salam janji.
a. Tongkat dipindahkan dari tangan kanan ke tangan kiri, dimiringkan di depan dada dengan bagian atasnya ke kiri.
b. Tangan kanan memberi salam hormat atau salam janji.




Sikap untuk gerakan maju jalan atau lari jalan.
a. Tongkat dipegang tangan kanan dan tangan kiri, dimiringkan ke depan dada dengan bagian kiri di atas.
b. Tangan kanan setinggi pinggang, tangan kiri depan dada sebelah kiri.





Sikap sedang berjalan atau lari mengikuti aba-aba.
Tongkat dibawa seperti angaka 5 (angka), mengikuti gerak aba-aba, maju jalan atau lari jalan.





Sikap berjalan/ lari dengan tongkat


Sikap istirahat di tempat
a. Kaki kanan dan kaki kiri di renggangkan.
b. Tangan memegang tongkat yang dimiringkan dengan atasnya ke kanan.
c. Tangan kiri bebas




Aba-aba: Istirahat di tempat …. grak!


Sikap lencang kanan
a. Tongkat dipindahkan dari tangan kanan ke tangan kiri, dimiringkan ke depan dada dengan bagian atasnya ke kiri.
b. Tangan kanan mengambil jarak satu lengan, dengan menggapai dan menyentuh bahu kiri kanan di sedelahnya
c. Pandangan melihat ke kanan dan meluruskan






Cara membawa tongkat Pramuka tanpa mengikuti aba-aba berbaris.
a. Dapat diikat dengan tali.
b. Jika sedang berjalan jauh.
c. Sedang berbaris dengan aba-aba bebas/santai









Kamis, 21 Mei 2015

Perbedaan Simpul, ikatan, dan tali pramuka

Salam Pramuka !!!

Dalam tali temali kita sering mencampuradukkan antara tali,simpul dan ikatan, Hal ini sebenarnya berbeda sekali.

Tali : Bendanya
Simpul : Hubungan antara tali dengan tali
Ikatan : Hubungan antara tali dengan benda lain,Seperti: kayu,balok,bambu,dsb.

A). MACAM SIMPUL DAN KEGUNAANNYA:
1.Simpul Ujung Tali
Gunanya agar tali pintalan pada ujung tali tidak mudah lepas.

2.Simpul Mati
Gunanya untuk menyambung 2 utas tali yang sama besar dan tidak licin.

3.Simpul Anyam
Gunanya untuk menyambung 2 utas tali yang tidak sama besarnya dan dalam keadaan kering.

4.Simpul Anyam Berganda
Gunanya untuk menyambung 2 utas tali yang tidak sama besarnya dan dalam keadaan basah.

5.Simpul Erat
Gunanya untuk memendekkan tali tanpa pemotongan.

6.Simpul Kembar
Gunanya untuk menyambung 2 utas tali yang sama besarnya dan dalam keadaan licin.

7.Simpul Kursi
Gunanya untuk mengangkat atau menurunkan benda atau orang pingsan.

8.Simpul Penarik
Gunanya untuk menarik benda yang cukup besar.

9.Simpul Laso
Gunanya untuk menjerat/berburu hewan liar yang sedang berlari.

B). MACAM IKATAN DAN KEGUNAANNYA:
1.Ikatan Pangkal
Gunanya untuk mengikatkan tali pada kayu atau tiang,akan tetapi ikatan pangkal ini dapat juga untuk memulai ssuatu ikatan.

2.Ikatan Tiang
Gunanya untuk mengikat sesuatu sehingga yang diikat masih dapat bergerak leluasa misalnya untuk mengikat leher binatang agar tidak tercekik.

3.Ikatan Jangkar
Gunanya untuk mengikat jangkar atau benda lainnya yang berbentuk ring.

4.Ikatan Tambat
Gunanya untuk menambatkan tali pada sesuatu.

5.Ikatan Tarik
Gunanya untuk menambatkan tali pengikat binatang pada suatu tiang.

6.Ikatan Turki
Gunanya untuk mengikat sapu lidi,setangan leher.

7.Ikatan Palang
Gunanya untuk mengikat dua buah tiang yang bertemu dalam bentuk palang.

8.Ikatan Canggah
Gunanya untuk menyambung dua tiang atau membuat canggah.

9.Ikatan Silang
Gunanya untuk menyambung dua tiang yang bersilang.

10.Ikatan Kaki Tiga
Gunanya untuk mengikat tiang sejumlah 3 buah,dimana tiang ini berfungsi sebagai pondasi sebuah bangunan yang akan di bangun diatasnya,seperti menara pandang,tiang bendera,gapura,dll.

semoga bermanfaat.


Upacara Pembukaan dan penutupan pramuka penggalang

UPACARA PEMBUKAAN
Setiap akan atau sesudah latihan pramuka, ada serangkaian upacara yang harus dilaksanakan. Tujannya untuk melatih kedisiplinan, keberanian (mental) dan patriotisme yang tinggi.
Perlengkapan
- Bendera merah putih.
- Tiang bendera lengkap dengan tali pengait
- Petugas pengibar bendera
- Pembaca dasa dharma.
Pengecekan Peserta
a. Pratama memanggil pasukan dengan aba-aba barisan formasi angkare.
b. Setiap pemimpin regu (pinru) menyiapkan regunya
c. Pinru paling kanan memimpin penghormatan kepada Pemimpin Regu Utama (pratama), diteruskan laporan setiap pinru
d. Pratama mengistirahatkan pasukan, kemudian menjemput Pembina
Pratama : Lapor, Upacara siap dilaksanakan, pembina harap menempatkan diri.
Pembina :laksanakan
Pratama :siap laksanakan
e. Pratama satu langkah ke kiri memberi jalan kepada Pembina menuju area –didepan peserta- upacara, pratama mengikuti dibelakangnya.

Pelaksanaan
1. Pembina mengambil tempat, dan pembantu Pembina berbaris dibelakangnya.
2. Pratama memimpin penghormatan, sebelumnya pasukan disiapkan dahulu. Dilanjutkan laporan
Pratama : Lapor, Upacara Pembukaan latihan pramuka gudep smp negeri 1 larangan siap dilaksanakan
Pembina : Laksanakan
Pratama : Siap Laksanakan
3. Pengibaran bendera oleh petugas dan penghormatannya dipimpin oleh pembina.
4. Pembacaan pancasila oleh pembina diikuti semua peserta upacara.
5. Pembacaan Dasa Dharma oleh petugas, diikuti oleh peserta upacara.
6. Do’a dipimpin Pembina, diteruskan Amanat.
7. Laporan pratama kepada Pembina bahwa upacara telah selesai dilanjutkan dengan penghormatan.
Pratama : upacara selesai, Laporan selesai
Pembina : Bubarkan
Pratama : Siap, Bubarkan
8. Pembina dan pembantu Pembina meninggalkan area upacara
9. pratama membubarkan barisan, dengan cara pinru paling kanan memimpin penghormatan kepada pratama, kemudian balik kanan.
Kemudian diteruskan latihan.

UPACARA PENUTUPAN
1. Pengecekan peserta seperti pada upacara pembukaan
2. Pratama menjemput pembina, dan Pembina mengambil tempat
3. Pratama memimpin penghormatan, diteruskan laporan
Pratama : Lapor, Upacara Penutupan siap dilaksanakan
Pembina : Laksanakan
Pratama : siap Laksanakan
4. Penurunan dab penyimpanan bendera dan oleh petugas. Penghormatan dipimpin pembina
5. Amanat oleh pembina, dilanjutkan do’a
6. Laporan pratama kepada pembina bahwa upacara telah selesai dilanjutkan dengan penghormatan kepada Pembina
Pratama : Upacara selesai, Laporan selesai
Pembina : Bubarkan
Pratama : Siap, Bubarkan
7. Pembina dan pembantu pembina meninggalkan area upacara.
8. Pratama membubarkan pasukan.

Catatan : jika tanpa pengibaran bendera maka Pancasila tidak dibacakan


PBB

Peraturan Baris Berbaris yang digunakan di lingkungan Pramuka ada dua macam yakni Baris berbaris menggunakan tongkat dan tanpa tongkat. Untuk baris berbaris menggunakan tongkat memiliki tata cara tersendiri di lingkungan Pramuka. Adapun baris berbaris tanpa menggunakan tongkat mengikuti tata cara yang telah diatur dalam Peraturan Baris Berbaris milik TNI/POLRI . Apa itu Baris Berbaris ?
• Pengertian Baris berbaris adalah suatu wujud latihan fisik, yang diperlukan guna menanamkan kebiasaan dalam tata cara kehidupan yang diarahkan kepada terbentuknya suatu perwatakan tertentu.
• Maksud dan tujuan
1. Guna menumbuhkan sikap jasmani yang tegap tangkas, rasa disiplin dan rasa tanggung jawab.
2. Yang dimaksud dengan menumbuhkan sikap jasmani yang tegap tangkas adalah mengarahkan pertumbuhan tubuh yang diperlukan oleh tugas pokok, sehingga secara jasmani dapat menjalankan tugas pokok tersebut dengan sempurna.
3. Yang dimaksud rasa persatuan adalah adanya rasa senasib sepenanggungan serta ikatan yang sangat diperlukan dalam menjalankan tugas.
4. Yang dimaksud rasa disiplin adalah mengutamakan kepentingan tugas di atas kepentingan pribadi yang pada hakikatnya tidak lain daripada keikhlasan penyisihan pilihan hati sendiri.
5. Yang dimaksud rasa tanggung jawab adalah keberanian untuk bertindak yang mengandung resiko terhadap dirinya, tetapi menguntungkan tugas atau sebaliknya tidak mudah melakukan tindakan-tindakan yang akan dapat merugikan.
• ABA-ABA
1. Pengertian Aba-aba adalah suatu perintah yang diberikan oleh seseorang Pemimpin kepada yang dipimpin untuk dilaksanakannya pada waktunya secara serentak atau berturut-turut.
2. Macam aba-aba Ada tiga macam aba-aba yaitu :
       1) Aba-aba petunjuk
       2) Aba-aba peringatan
       3) Aba-aba pelaksanaan
A. Aba-aba petunjuk dipergunakan hanya jika perlu untuk menegaskan maksud daripada aba-aba peringatan/pelaksanaan.
Contoh: 
a) Kepada Pemimpin Upacara Hormat - GERAK
 b) Untuk amanat istirahat di tempat - GERAK
B. Aba-aba peringatan adalah inti perintah yang cukup jelas, untuk dapat dilaksanakan tanpa ragu-ragu.
Contoh:
a) Lencang kanan - GERAK
b) Istirahat di tempat - GERAK
C. Aba-aba pelaksanaan adalah ketegasan mengenai saat untuk melaksanakan aba-aba pelaksanan yang dipakai ialah:
GERAK, JALAN, MULAI
1). GERAK: adalah untuk gerakan-gerakan kaki yang dilakukan tanpa meninggalkan tempat dan gerakan-gerakan yang memakai anggota tubuh lain. Contoh: jalan ditempat–GERAK,  siap-GERAK,  hadap kanan-GERAK, lencang kanan-GERAK
2). JALAN: adalah utuk gerakan yang dilakukan dengan meninggalkan tempat. Contoh: haluan kanan/kiri – JALAN, dua langkah ke depan –JALAN, satu langkah ke belakang - JALAN
Catatan: Apabila gerakan meninggalkan tempat itu tidak dibatasi jaraknya, maka aba aba harus didahului dengan aba-aba peringatan MAJU Contoh: -maju – JALAN, haluan kanan/hadap kanan/kiri maju – JALAN, melintang kanan/kiri maju -J ALAN
3). MULAI : adalah untuk dipakai pada pelaksanaan perintah yang harus dikerjakan berturut-turut. Contoh: hitung –MULAI, tiga bersaf kumpul -MULAI


Selasa, 19 Mei 2015

14 Agustus Bukan HUT gerakan pramuka tapi hari pramuka

Setiap tanggal 14 Agustus, Pramuka seluruh Indonesia memperingati Hari Pramuka. Sebagian kalangan ada yang mengatakan HUT Gerakan Pramuka atau HUT Pramuka, padahal tanggal 14 Agustus bukanlah hari lahir Gerakan Pramuka. Tetapi mengapa Hari Pramuka jatuh pada tanggal 14 Agustus?

Secara yuridis formal Gerakan Pramuka lahir pada tanggal 20 Mei 1961, karena pada tanggal tersebut Pj. Presiden Republik Indonesia menandatangani Keputusan Presiden Nomor 238 Tahun 1961. Berdasarkan keputusan presiden tersebut, maka berbagai organisasi kepanduan yang ada di Indonesia melebur menjadi satu organisasi yang disebut dengan Gerakan Kepanduan Praja Muda Karana disingkat Gerakan Pramuka.

Walaupun secara yuridis formal Gerakan Pramuka lahir pada 20 Mei 1961, namun pendidikan kepanduan dan organisasi kepanduan muncul di Indonesia jauh sebelum Indonesia merdeka.

Konon terbitnya Keputusan Presiden nomor 238 Tahun 1961 juga penuh dengan pergulatan politik, bahkan dokumen ini tidak ditandatangani oleh Soekarno namun oleh Pejabat Presiden Ir. H. Djuanda pada tanggal 20 Mei 1961. Pada saat itu Presiden Soekarno sedang melawat ke luar negeri, pertanyaan yang mengemuka adalah mengapa tidak menunggu Presiden pulang ke tanah air dan segenting itukah penandatanganan penyatuan puluhan organisasi kepanduan ke dalam Gerakan Pramuka sehingga tanpa harus menunggu kepulangan Soekarno? Pertanyaan yang sampai sekarang belum dijelaskan kepada publik secara gamblang. Konon versi keputusan presiden yang akhirnya diterbitkan berbeda dengan draf yang masuk ke staf kepresidenan. Adalah H. Mutahar yang memberikan informasi adanya draf yang berbeda itu kepada Sri Sultan dan akhirnya mendesak Pejabat Presiden untuk segera menandatangani Keputusan Presiden 238 tahun 1961 sebagaimana kita kenal sekarang ini.

Namun demikian pada tanggal 14 Agustus 1961 toh akhirnya Presiden Soekarno menyerahkan panji-panji Gerakan Pramuka kepada Sri Sultan Hamengkubuwono IX sebagai Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka yang pertama. Tanggal itulah yang kemudian diperingati menjadi Hari Pramuka.

Dari rentetan panjang terbentuknya Gerakan Pramuka, masih tersisa satu pertanyaan besar, dimanakah naskah asli Keputusan Presiden Nomor 238 Tahun 1961 disimpan? Sampai sekarang tidak ada yang bisa menjelaskan. Informasi tentang naskah asli Keputusan Presiden Nomor 238 Tahun 1961 sekabur naskah asli Supersemar.

Jika pada awalnya terdapat keputusan politik untuk membersihkan sisa-sisa paham Baden Powell, maka tugas yang diemban Sri Sultan adalah membersihkan pengaruh komunis pada tubuh Gerakan Pramuka. Karena pada proses awal pembentukannya Gerakan Pramuka dipandang sebagai organisasi yang potensial bagi komunis untuk mengembangkan sayapnya.

Pergulatan politik itulah yang akhirnya membawa Gerakan Pramuka masuk di sekolah pada awal masa orde baru. Dikhawatirkan akan ditunggangi oleh eks-PKI, maka Gerakan Pramuka dititipkan di sekolah. Sehingga bermunculan Gugusdepan yang berpangkalan di sekolah sebagaimana kita kenal sekarang ini. Dan ini akhirnya menjadi gerakan yang sifatnya masif bahkan siswa diwajibkan mengikuti kegiatan kepramukaan atau minimal menggunakan seragam pramuka pada hari tertentu di sekolah.